Alcal-Modcoll

https://www.instagram.com/tv/B4DacHRBo6g/?igshid=5d41atgiqabw

Senin, 20 September 2021

AKIBAT SOLAT DHUHA

 AKIBAT SOLAT DHUHA


Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.


Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.


Pertama

orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)


Kedua

Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).


Ketiga

Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).


Keempat

Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).


Kelima

Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).


Keenam

Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).


Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?


Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.

Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.


SEMANGAT SHALAT DHUHA


Jumat, 17 September 2021

BAGAIMANA CARA MENGURANGI SIFAT UJUB

 Assalaam'ualaikum wr.wb.


"UJUB ITU DATANG    

DENGAN DIAM-DIAM.  

TANPA KITA SADARI"


UJUB berbeda dengan RIYA


Kadangkala RIYA dapat dihindari, tapi UJUB masih ada.


Contoh :

Kita sholat tahajjud diam². Tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain,  dengan harapan agar tidak RIYA

maka saat kita tidak menceritakan amalan kita, kita berhasil menghindari RIYA. 

Semata-mata kita beribadah karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain.


Jangan cepat berpuas diri dulu, karena syaitan terus berusaha menggelincirkanmu.

Tiba-tiba  dalam hati berkata-kata, karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.

" Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas."


Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan  UJUB. 


Walaupun berhasil untuk tidak RIYA', 

tetapi masih belum berhasil untuk tidak UJUB.


UJUB 

adalah perasaan kagum atas diri sendiri.


Merasa diri hebat, berbangga diri ... terpesona dengan kehebatan diri.


UJUB 

adalah penyakit hati yang paling tersembunyi.


Perasaan UJUB bisa datang dalam berbagai bentuk.


DIANTARA NYA :


" Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya".


" Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya".


" Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya".


" Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya".


" Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya".


 Sufyan At-Tsauri Mengatakan :

UJUB  adalah ...

"perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain".


Padahal  semua kelebihan yang kita dapatkan  adalah kelebihan yang kita dapatkan dari Allah. 

Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.


Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak mendapat nilai.


IMAM NAWAWI.  

Rahimahulloh berkata :


"Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya." (Syarh Arba’in).


Na'udzu billaahi min dzalik.


 Jauhi sifat Ujub, jadikan amalan kita 100% karena pengabdian kepada Allah.


 BAGAIMANA CARA    

MENGURANGI

SIFAT UJUB :


1). Setiap kali terbetik di hati tentang kehebatan diri, segera istighfar memohon ampun kepada Allah.


2). Mengganggap semua kelebihan  adalah milik Allah.


3). Berdoa mohon bantuan Allah agar hati kita bisa beribadah dengan ikhlas


قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ  


Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(Qur'an surat Al An'am - 162)


Semoga Allah membantu kita mengikis penyakit ujub yang ada di hati.

Aamiin Ya ALLAH .. Yaa Rabbal'alamiin.. 

    

Semoga bermanfaat ...

Minggu, 09 Mei 2021

Larangan gambar mahluk hidup.

 Begini, kini semua foto dan lukisan, patung dan topeng mahluk hidup di dinding rumah semua sdh saya copot, lukisan wajah istri saja saya ganti gambar hutan.




Barakallahu fii umrik.

Baarakallah fii umrik itu keburukan 'tasyabbuh' yang dikemas dengan ibadah. Ibarat kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Tasyabbuh kena, bid’ah pun kena.


Ulang tahun memang ada dalil nya..ada didalam kitab BIBLE


DIDALAM KITAB KEJADIAN  40 :20


DIDALAM INJIL MATIUS 14:6


DIDALAM INJIL MARKUS 6:21


Tidak ada sedikit pun yang tercantum dalam AL-QUR'AN.


Tapi sebagian ummat Islam hari ini adalah pengamal syariat ulang tahun yang paling semangat..


Mereka menyambut dengan sangat antusias.


Ada yang perlu bangun tengah malam khusus untuk membuat acara surprise party.. mulai dari kalangan artis sampai orang biasa melakukan trend ini.. mulai dari yang balita sampai yg tua bangga bila hari ultah nya dibuat acara seperti ini. 


Padahal apakah mereka seantusias itu bila shalat malam???


Mereka tidak keberatan mengeluarkan biaya besar untuk urusan pernak pernik pestanya, mulai makanan yg beraneka sampai dekorasi yg indah.


Padahal mereka hakikatnya sedang merayakan jatah umur mereka yang semakin habis dan ajal yang semakin mendekat.


Tapi ironisnya mereka malah mengisinya dengan pesta bukan ibadah.


Ada juga yang berusaha mengislamkan syariat Nasrani ini dengan mengganti selamat ulang tahun menjadi MET MILAD.. atau YAUMUL MILAD... kemudian mengganti "semoga panjang umur" dengan "barakallahu fii umrik".


Dikiranya penggantian istilah tersebut membuat nya jadi sah secara hukum Islam.. ??       


Sekali kali tidak !!


Rasulullah bersabda

Barang siapa mengikuti suatu kaum, maka ia adalah bagian dari kaum tersebut.(Muttafaqun alaih).


Dari sahabat Sa'id Al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah bersabda

" Sungguh kalian akan mengikuti langkah orang orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai sampai bila mereka masuk kedalam lubang Dhab (biawak) maka kalian akan mengikuti mereka.

Para sahabat bertanya

Siapakah mereka itu ya Rasulullah?? Apakah orang orang Yahudi dan Nasrani?? Rasulullah menjawab.. siapa lagi kalau bukan mereka.

( HR Bukhari no 3197 dan Muslim no 4822).


Saudaraku..

Mungkin engkau merasa aman dengan dosa ini.. karena merasa ini bukan masalah yang membawa mudharat tapi membawa manfaat (karena memberikan kesenangan).


Tetapi ingatlah bahwa Allah  Maha melihat dan MalaikatNya senantiasa mencatat dan Peringatan dari RasulNya sudah sangat jelas.


Masihkah engkau merasa aman dari dosa mengikuti syariat yg Allah tidak ridhoi?? 


Ini adalah perkara yg sangat besar yaitu Aqidah.


Kalo sdh baca ini  tp msh merayakan & mengucapkan HUT/MILAD pasti ada yg salah dgn keimanannya. 

Bahagia Itu Sederhana

 Bahagia Itu Sederhana



"Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku yang paling baik terhadap keluarga ku."[HR. At Tirmidzi]


Kenangan yang  menyenangkan, tidak harus mahal bertabur kemewahan. Terkadang, cukup sebatas momen kecil dan ringan, dalam kebaikan, kebersamaan,  dan kasih sayang 


Mungkin bersama keluarga, sekedar berjalan dan berlari ringan, menyambut mentari yang menjenguk datang. Bisa saja, bersama pasangan saling genggam, menikmati matahari yang undur diri ke peraduan. Dapat pula    berombongan,  menikmati keramaian dan permainan di pasar malam. 


Dulu, hampir setiap akhir pekan, kami pergi jalan2 tanpa tujuan refreshing dan berenang. Hanya bermodal uang  ribuan.  Terkadang kami makan ikan geprek. Tidak jarang, kami hanya makan mie instan dan jajanan gorengan.


Dulu, setiap turun hujan, kami bermain bola di depan gang. Sembari saling siram dan kejar-kejaran. Tawa dan kegembiraan, seolah-olah pecah terdengar di segala jurusan. Setelahnya, minum teh atau susu panas yang telah disiapkan, supaya badan tidak terserang demam. 


Hari ini, pergi bersama,  tidak lagi mudah. Seolah-olah barang mewah,  yang tidak murah. Jadi, esok lusa, saat  akhir pekan datang, lupakan sejenak kesibukan. Bersamai keluarga dan genggam erat kebahagiaan. Apalagi, mumpung masih Ramadhan. Bulan berpayung keberkahan. Bulan  pasangnya kebaikan. Bulan menanjaknya kebersamaan. Bulan  menjulangnya kasih sayang. 

Mohon maaf lahir dan batin.

Sudjarwo

Ihsan adalah kuncinya.

 Assalamu'alaikum.


Bila setiap perbuatan yang menghadirkan Allah di dalamnya adalah ibadah, maka Ihsan adalah kuncinya. "Engkau beribadah seolah-olah melihat-Nya. Bila tidak, engkau menyakini dan menyadari pasti Allah melihat mu". 


Kesadaran Allah hadir dan dekat dengan kita, melahirkan rasa aman  pada setiap langkah kehidupan yang kita tapaki dan arungi. Persis makna iman yang berarti aman. Kita merasa aman dalam iman. Lingkungan merasa aman di dekat orang yang beriman. 


Kesadaran Allah hadir dan dekat dengan kita, mengalirkan rasa damai terhadap segala kejadian yang datang. Baik hal-hal yang menyenangkan maupun yang menyulitkan. Persis dalam substansi makna Islam, yang berarti damai karena berserah diri pada Allah yang Maha Rahman. Kita damai dalam Islam.  Lingkungan ikut merasa damai di dekat orang yang beragama Islam. 


Kesadaran Allah hadir dan dekat dengan kita, menginspirasi dan memotivasi untuk memberikan pengabdian yang terbaik, yang mampu kita sembahkan. Dalam ibadah mahdhoh maupun muamalah yang kita tegakkan. Untuk hal-hal yang kita anggap besar dan bermakna maupun yang kita pandang ringan dan enteng-entengan.


"Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaan mu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib maupun nyata. Lalu, diberitakan-Nya kepada mu, apa yang pernah kamu kerjakan." [QS. 9 : 105]


Salam sehat2 dari Jogja.

Ain itu benar-benar ada!

 "Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa." (HR. Muslim)


ain dari kata 'aana - ya'iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).


Sederhananya, penyakit ain terjadi karena tatapan mata yang dibarengi dengan perasaan kagum sekaligus dengki atau iri. Akibatnya, setan memanfaatkan kondisi ini dengan mengirim panah hasad kepada orang yang dikagumi atau dibenci sehingga menyebabkan penyakit ain.

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

 اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII


Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Musibah terbesar adalah memiliki akhlak yang buruk.

 MUSIBAH TERBESAR


Abu Hatim al-Busti rahimahullah mengatakan,


أَعْظَمُ الْمَصَائِبِ سُوْءُ الْخُلُقِ


"Musibah terbesar adalah memiliki akhlak yang buruk."


(Raudhatul 'Uqala' hlm 146, Darul Kutub al-Ilmiyyah) 


Musibah agama berupa maksiat atau akhlak yang tidak mulia itu lebih buruk dibandingkan musibah dunia berupa kecelakaan lalu lintas, jatuh sakit dll. 


Musibah dalam pandangan seorang muslim itu tidak identik dengan hal-hal yang bersifat fisik. 


Sombong, bangga/ujub dengan amal ibadah atau pun harta, suka mencaci, suka mengolok-olok, lisan yang kotor dan lain-lain adalah sebuah musibah bahkan musibah yang paling besar.


Kita bisa mengetahui kualitas akhlak kita berdasarkan komentar dan penilaian orang lain karena seorang muslim itu cermin bagi muslim yang lain. 


Melalui cermin kita bisa mengetahui adanya noda hitam di wajah kita. Demikian pula melalui komentar dan penilaian orang lain kita bisa mengetahui kualitas akhlak kita.


Kiat agar kita bisa meningkatkan kualitas akhlak adalah sikap terbuka dan menerima masukan serta kritik orang tentang akhlak dan perilaku kita.


Semoga Allah mudahkan penulis dan semua pembaca tulisan ini untuk senantiasa meningkatkan kualitas akhlak kita. Aamiin. 


Penulis:

Ustadz Dr. Aris Munandar, SS., M.P.I

(Pengajar dan Pembina Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta)

Agar menjauh dari buruk sangka.

 Assalamu'alaikum,


Ketika berpapasan, ia tidak menoleh, apalagi melempar salam. Hati kita menyimpulkan : "Sombong, mentang-mentang baru dapat jabatan". Padahal, justru ia sedang dalam posisi gawat darurat, berhadapan dengan masalah yang berat. Bukan hanya jabatan, bahkan statusnya sebagai karyawan, sedang dipertaruhkan. 


Sewaktu kita naik motor saat hujan. Tiba-tiba ada mobil berlari kencang. Air membasahi seluruh badan. "Dasar, mentang-mentang kaya, ugal-ugalan !" Padahal, istrinya sedang bermasalah jelang melahirkan, dokter minta persetujuan dan tanda tangan. Nyawa istri dan calon anaknya dipertaruhkan, seberapa cepat ia ada di ruang  persalinan. 


Potret yang tampak di serambi depan, bisa saja bukan pantulan dari apa  yang ada di ruang dalam. Apalagi, yang ada di bagian belakang. Riak yang tampak di permukaan, mungkin saja, bukan gambaran yang tersimpan rapat di lubuk hati paling dalam. 


Kita lihat ia begitu bahagia. Padahal duka menyelimuti hidupnya. Tapi, ia tutup rapat-rapat, karena berharap ganjaran kebaikan di akhirat. Hanya ia curahkan dan ceritakan kepada Allah yang Maha Rahman. Tempat segala ibadah ditujukan dan berpulang. Segala harapan dan pertolongan dihamparkan. 


Allah berpesan, agar menjauh dari buruk sangka. Sebab, ia mesin pengganda dosa paling luar biasa. Pencuri sangat ahli, membawa pergi kebahagiaan dari hati.

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong.

 Bismillahirrohmanirrohim

Catatan Jumat Barokah

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."(QS 17:36)

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."(QS 17:37)

Masya Allah, astaghfirullah

 ya Allah ampuni kami, kasihi kami maafkan kenaifan kami..

Tidak pantas kita meninggikan diri

 Assalamu'alaikum,


Tidak patut kita tinggi hati dan menyombongkan diri. Harta, jabatan, prestasi, dan apapun yang kita miliki, semua berasal dari Allah yang Maha Kasih. Bila Allah menghendaki, semua bisa saja menipis maupun terkuras habis. Terlepas dari tangan,  karena merugi atau ditimpa sakit. Bahkan,  tersebab datangnya mati.  


Jika Allah menimpakan bahaya kepada mu, tidak akan ada yang mampu menyelamatkan mu.  Selain Allah yang Maha Penentu. Jika Allah menghendaki engkau memperoleh rahmat, tidak ada yang dapat menolak. Semua pasrah berserah pada Zat yang Maha kuat dan Merawat.


Tidak pada tempatnya, bila kita busungkan dada. Kita hidup sepenuhnya berkat Rahmat Allah. Jembatannya,  melalui bantuan dan dukungan sesama. Bahkan, hanya untuk sebutir nasi, sepotong ikan, dan sesendok sayur asam. 


Tidak pantas kita meninggikan diri. Bahkan,   andai surga menjadi tempat kita kembali, kita masuki bukan karena amal dan ibadah yang kita miliki. Tapi atas berkah dan Rahmat Allah, yang Maha mencintai.


Ini Jumat Mubarak, berbagi dan sholawat kita perbanyak. Ini Jumat berkah, jadikan sabar, sholat, dan ikhlas, teman melangkah. Ini penghulu ayyam, jadikan syukur, tawakal, zikir, dan baik sangka serta waspada, sahabat sejati sepanjang jalan.


"Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'iin. Ihdinas shirothol mustaqiim. Laa haula walaa quwwata illaa billaah."


Selamat beribadah puasa Ramadhan.

Mukhlashin

 "Qola Robbi bima aghwaitani lauzayyinanna lahum fil ardhi, wa laughwiyanna hum ajma'in. Illa 'ibadaka minhumul Mukhlashin." [QS.15 : 39-40]


Saya punya 2 sahabat. Yang pertama bernama Mukhlis dan yang kedua bernama Mukhlas. Nama keduanya, sepintas, memilki arti yang sama : orang yang ikhlas. Sebaris dengan itu, saya juga punya sahabat lain, yang bernama Mukhlashin, dan yang satunya lagi Mukhlisin. Keduanya juga, selintas,  mempunyai arti yang sama :  orang-orang yang ikhlas. Bedanya, Mukhlas dan Mukhlis menunjukkan bentuk tunggal atau mufrad. Sementara, Mukhlashin dan Mukhlishin, menunjukkan bentuk  jama'. 


Kedua istilah tersebut, meskipun berasal dari akar kata yang sama. Namun, memiliki makna yang berbeda. Hal ini cukup banyak dibahas dalam kajian tafsir. Coba saja  lihat terjemahan Al Qur'an untuk QS. 15 : 40. Sebagian menerjemahkan dengan : " Kecuali hamba-hamba Mu yang ikhlas..." Sebagian lagi mengartikan dengan : "Kecuali hamba-hamba Mu yang terpilih..." Banyak juga yang tidak menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia : "Kecuali hamba-hamba Mu yang Mukhlas..."


Saya ingat cerita seorang sahabat, tentang percakapan dosen saya, Alm. Prof.Taufiq Dardiri --- ampunan dan kebahagiaan baginya --- yang ahli dalam sastra Arab, dengan guru saya, Kiai Khiyaruddin, yang ahli dalam kajian tafsir Al Quran. 


Prof. Taufiq bertanya : "Apa beda Mukhlisin dengan Mukhlashin, yang terdapat di beberapa tempat dalam Al Quran. Alih-alih menjawab langsung. Justru Kiai Khiyaruddin bertanya : "Apa beda antara orang yang bisa bernyanyi,  dengan penyanyi?" 


Sambil tersenyum, Prof Taufiq yang kebetulan memiliki suara merdu dan jago bernyanyi, menjawab : "Semua orang mungkin bisa bernyanyi. Tapi tidak semua orang penyanyi." Tidak berhenti hanya sampai di situ, Prof Taufiq menambahkan : "Penyanyi berarti orang yang memiliki kualitas suara dan menguasai teknik bernyanyi dengan baik. Biasanya juga, telah teruji tampil bernyanyi di banyak panggung dan kesempatan."


Mendengar jawaban Prof. Taufiq, Kiai Khiyaruddin menimpali : "Nah, persis seperti itu perbedaan antara Mukhlisin dengan Mukhlashin. Mukhlishin,  orang yang berusaha melakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Sementara Mukhlashin, orang yang telah teruji keikhlasannya. Sehingga, keikhlasan telah menjadi watak dan karakternya."


"Jadi, orang yang Mukhlashin sudah pasti mukhlishin. Sementara orang yang Mukhlishin, belum tentu Mukhlashin. Oleh karena itu, kata Mukhlashin dalam Al Qur'an, kerap dihubungkan dengan para Rasul dan Nabi. Orang-orang pilihan, "pungkas Kiai Khiyaruddin, menutup penjelasannya.


Jadi, Mukhlisin menunjukkan tahapan awal orang yang berusaha dan berproses menjadi orang yang ikhlas. Sementara, Mukhlashin adalah orang yang sudah Istiqomah di dalam keihklasan. Ikhlas tidak lagi berjarak dengan diri dan hidupnya. Ikhlas telah mendarah daging pada setiap tarikan dan hembusan nafasnya. Dengan begitu, atas ijin Allah, ia menjadi orang terpilih di hadapan-Nya. 


Tentu saja, iblis mati gaya menghadapi orang yang demikian. Sebab, hidup dan matinya untuk dan karena Allah. Sholat dan seluruh ibadahnya untuk dan karena Allah.

Fiqh I'tikaf











 

Kota Madinah masa silam


 Kota Madinah masa silam

Senin, 03 Mei 2021

PENGETAHUAN PENTING YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH BANYAK ORANG

 


إذا تعذر عليك أن تعتكف العشر الأواخر من رمضان كاملة، لماذا لا تعتكف في المسجد ولو لساعة واحدة أو يوما واحدا إن استطعت أو من العشاء إلى الفجر.


Jika anda tidak bisa untuk melakukan itikaf selama 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan secara keseluruhan, mengapa anda tidak melakukan itikaf di masjid walaupun hanya satu jam saja atau satu hari saja jika anda mampu, atau dari waktu isya' hingga fajar.


كل يوم نذهب إلى المسجد لنصلي العشاء والقيام، فلماذا لا تنوي الإعتكاف ولو من العشاء إلى صلاة القيام أو حتى إلى صلاة الفجر، ثم تذهب لعلها توافق ليلة القدر فتفوز فوزا عظيما.


Setiap hari kita pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat isya' dan tarawih, maka mengapa anda tidak meniatkan itikaf, walaupun hanya dari waktu isya' sampai shalat tarawih, atau hingga shalat shubuh, kemudian anda pergi. Mudah-mudahan siapa tahu anda bertepatan mendapatkan malam lailatul qadar, sehingga anda bisa meraih keberuntungan yang sangat besar.


وهذه فتوى للشيخ صالح الفوزان أنه يجوز الإعتكاف ولو لساعة واحدة.


Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an.

 Assalamu'alaikum Wr Wb



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَا بِهًا مَّثَا نِيَ ۖ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَا دٍ


"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk."

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 23)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَ فَمَنْ يَّتَّقِيْ بِوَجْهِهٖ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَقِيْلَ لِلظّٰلِمِيْنَ ذُوْقُوْا مَا كُنْـتُمْ تَكْسِبُوْنَ


"Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.""

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 24)


Shadaqallahul adziim..

KEMULIAAN LAILATUL QODR, WAKTUNYA, TANDA-TANDANYA & AMALAN-AMALANNYA

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Allah ta’ala berfirman,


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)


“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” [Al-Qodr: 1-5]


Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini:


1) Malam yang Penuh Berkah


Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan,


إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم


“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhan: 3-4]


2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan


Amal shalih pada malam itu lebih baik dari amal shalih yang dilakukan selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr, padahal jika seseorang hidup selama itu belum tentu dia memiliki amalan senilai itu apalagi lebih besar. Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata,


“Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 931]


Dan ayat yang mulia menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak.


3) Banyaknya Malaikat yang Turun


Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى


“Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205]


Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,


“Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]


4) Malam Penentuan Takdir Tahunan


Pada malam itu ditetapkan takdir secara terperinci selama satu tahun. Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,


“Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 24/534]


5) Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah


Para malaikat mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) untuk orang-orang yang beribadah di malam tersebut. Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,


“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Sebagian Rahasia Do’a Lailatul Qadar

 Assalamu'alaikum,


Sebagian Rahasia Do’a Lailatul Qadar


(Ustadz Musyaffa A Rahim, Lc)


Ternyata artinya Afuwwun sangat dasyat.


Kenapa Rasūlullāh saw mengkhususkan do’a tertentu pada saat kita berharap Lailatul Qadar?


Sudah jamak diketahui bahwa do’a khusus pada malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar adalah:


“Allāhumma innaka áfuwwun, tuhibbul áfwa fàfu ánni”.


Dari ‘Aisyah, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah saw, ia berkata: “Jika aku menepati Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?”. Rasulullah saw bersabda: “Ucapkan: Allāhumma innaka áfuwwun, tuhibbul áfwa fàfu ánni”.


Kenapa do’a di atas yang perlu diperbanyak dan diulang-ulang?


Perlu diketahui, al-áfwu itu bisa berarti: Áfwun fil abdan, áfwun fil adyan dan áfwun min Ad-Dayyan.


Áfwul Abdan, maksudnya adalah sembuhnya badan dari segala macam penyakit serta aman dan selamatnya dari berbagai bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan.


Áfwul Adyan, maksudnya adalah taufiq Allah SWT yang diberikan kepadamu agar kamu dapat menjalankan segala kebaikan, ibadah dan amal-amal ukhrawi.


Áfwun min Ad-Dayyan maksudnya adalah pemaafan dan pengampunan dari Allah SWT kepada dirimu, sebab, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pemaaf, Pengampun, Mulia dan Maha Pemberi segala kebaikan.


Secara bahasa, áfwun juga berarti tambahan dan banyak (melimpah), karenanya, dalam bahasa Arab dikatakan: 'afwul mal, maksudnya adalah tambahan dan melimpahnya harta.


Dalam Q.S. Al-Baqarah: 219 disebutkan: yas-alūnaka mādza yunfiqūn? Qulil ‘afwu, maksudnya adalah: infaqkan harta yang berlebih dari nafkah pokokmu.


Dengan demikian, al-áfwu dalam do’a di atas, juga bisa dimaknai: semoga Allah SWT memberikan kepadamu apa yang kamu minta dan bahwa melebihi apa yang kamu minta.


Oleh karena itu, perbanyak ucapan:


“Allāhumma innaka áfuwwun, tuhibbul áfwa fàfu ánni”.


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Pemberi áfwun, yang mencintai sifat áfwun, oleh karena itu, berikanlah áfwun itu kepada diriku."


Semoga bermanfaat... wassalam